El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Desember, Gubernur Sulut Ajak Masyarakat Kompak Cegah Karhutla

Terkini 27 Aug 2026 14:03 2 min read 191 views By Editor Delis

Share berita ini

El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Desember, Gubernur Sulut Ajak Masyarakat Kompak Cegah Karhutla
Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 27 Agustus 2026, Sumbanews.site, dihadapkan pada ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan ber...

Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 27 Agustus 2026, Sumbanews.site, dihadapkan pada ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga November, bahkan berpotensi berlanjut sampai Desember 2026.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus S.E., usai mengikuti rapat koordinasi penanggulangan bencana di Sulawesi Utara, Rabu (26/8/2026).

 

Di hadapan awak media, Gubernur Yulius menjelaskan bahwa berdasarkan data dan informasi dari BMKG, kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

 

Menurutnya, pengaruh angin dari Samudra Pasifik menuju daratan turut menyebabkan peluang terjadinya hujan menjadi sangat kecil, khususnya pada November hingga Desember.

 

"El Nino yang terjadi saat ini menyebabkan tidak adanya hujan hingga bulan November bahkan Desember. Ini berdasarkan data BMKG," ujar Yulius.

 

Kondisi kemarau panjang tersebut, lanjutnya, meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menyebar dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta lingkungan.

 

"Satu percikan api bisa menjadi bencana besar. Risikonya terhadap masyarakat sangat besar," tegasnya.

 

Untuk mengantisipasi ancaman Karhutla selama musim kemarau panjang, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga hutan serta lahan.

 

Langkah Bersama Mencegah Karhutla

 

Gubernur Yulius mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun perkebunan, terutama dalam membuka lahan baru.

 

Pertama, stop membakar lahan dan perkebunan. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah meluas, terutama dalam kondisi cuaca yang sangat kering.

 

Kedua, stop membakar sampah. Kebiasaan membakar sampah rumah tangga, termasuk sampah plastik, harus dihentikan karena api dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

 

Ketiga, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api. Karena itu, masyarakat diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

 

Keempat, jadilah mata dan telinga lingkungan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat aktivitas pembakaran lahan atau menemukan titik api sekecil apa pun.

 

Laporan dapat disampaikan kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun BPBD terdekat.

 

Gubernur menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

 

"Torang jaga sama-sama. Kunci pencegahan bukan hanya pada pemerintah atau petugas, tapi pada torang semua," ujar Yulius.

 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menjaga lingkungan selama menghadapi ancaman kemarau panjang.

 

"Satu komando, Petarung Sulut Maju, Sejahtera, Berkelanjutan," pungkasnya.

 

Michael L.Mantiri

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles