Minta Ampun, Mengaku Sakit, Lalu Meninggal: Keluarga Widi Nur Cahyono Desak Dugaan Kekerasan Saat Penangkapan Diusut Tuntas

Terkini 05 Aug 2026 12:26 3 min read 54 views By Editor Delis

Share berita ini

Minta Ampun, Mengaku Sakit, Lalu Meninggal: Keluarga Widi Nur Cahyono Desak Dugaan Kekerasan Saat Penangkapan Diusut Tuntas
Pasuruan, 5 Agustus  2026, Sumbanews.site, Kematian seorang warga bernama Widi Nur Cahyono usai diamankan aparat dalam operasi terkait dugaan per...

Pasuruan, 5 Agustus  2026, Sumbanews.site, Kematian seorang warga bernama Widi Nur Cahyono usai diamankan aparat dalam operasi terkait dugaan perjudian online di wilayah Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memicu sorotan publik. Pihak keluarga menduga terjadi kekerasan saat proses penangkapan dan mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, profesional, transparan, dan independen.

 

 

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/8/2026) sore ketika aparat melakukan operasi penindakan terhadap dugaan aktivitas perjudian online di kawasan Gunung Gangsir. Dalam operasi tersebut, Widi diamankan bersama penanganan perkara yang sedang dilakukan petugas.

 

 

Menurut keterangan keluarga kepada awak media, sebelum diamankan korban sempat memohon agar tidak diperlakukan kasar karena mengaku sedang dalam kondisi sakit. Namun, keluarga menyatakan permintaan tersebut diduga tidak diindahkan sehingga korban diduga mengalami tindakan kekerasan saat proses penangkapan berlangsung.

 

 

Usai diamankan, korban tidak dibawa ke kantor polisi, melainkan langsung menuju fasilitas kesehatan. Namun, sesampainya di rumah sakit, nyawa Widi dinyatakan tidak dapat diselamatkan.

 

 

Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah melihat kondisi jenazah. Mereka mengaku menemukan sejumlah lebam di beberapa bagian tubuh serta darah yang keluar dari telinga korban. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar keluarga meminta dilakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kematian.

 

 

Pada Senin (4/8/2026), keluarga didampingi sejumlah warga mendatangi Polsek Beji untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas meninggalnya Widi. Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangan keluarga, pihak kepolisian menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan dalam kondisi tertangkap tangan terkait dugaan tindak pidana yang sedang ditangani.

 

 

Di sisi lain, keterangan resmi yang disampaikan pihak humas kepolisian, sebagaimana disampaikan kepada media, menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya luka pada tubuh korban. Perbedaan mencolok antara keterangan keluarga dan pernyataan resmi tersebut memunculkan pertanyaan yang kini menjadi perhatian masyarakat.

 

 

Keluarga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara independen dan terbuka. Mereka mendesak dilakukannya autopsi forensik untuk memastikan penyebab kematian serta meminta fungsi pengawasan internal kepolisian turut memeriksa prosedur penangkapan yang dilakukan petugas.

 

 

Selain itu, keluarga meminta apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun tindakan yang melawan hukum, seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu.

 

 

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat hasil autopsi maupun kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian Widi Nur Cahyono. Aparat berwenang juga masih diharapkan memberikan penjelasan lebih lanjut guna menjawab berbagai pertanyaan publik terkait peristiwa tersebut.

 

 

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut dugaan penggunaan kekerasan dalam proses penegakan hukum. Berbagai pihak berharap pengusutan dilakukan secara objektif dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta asas praduga tak bersalah bagi seluruh pihak yang terlibat hingga proses hukum selesai.

 

Nur Hasan 

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles